Mistery and Dark Part 4

 BAB 4 ELENA DALAM BAHAYA

Dihalaman rumah Elena yang sedang berlatih untuk meningkatkan kekuatannya. Dia merasa sangat lelah dan ingin mengistirahatkan tubuhnya sambil rebahan di atas rumput memandangi langit birus. Dia mulai mengatur nafasnya kembali. Dari arah rumah seorang pelayan datang sambil membawakan roti dan secangkir teh yang sangat harum. "Sruuuuppp" karena tak sabar Elena langsung memakan roti dan meminum tehnya. Pelayan itu pun tersenyum melihat tingkah nyonyanya. " Ahhh seeggaaarrrr.. merasa hidup lagi..." Seru Elena. " Syukurlah kalo itu membuat Nyonya senang..." kata Vincent salah satu pelayan di rumahnya. "Terima kasih vincent... berasa bertenaga kembali.." jawab Elena. " Sama-sama Nonnn" jawab Vincent sambil tersenyum ramah. 

Saat itu suana di halaman rumah Elena sangat damai dan tenag. Penduduk desa Merapi juga sedang melakukan kegiatan kesehariaanya. "Dooooooaaaaarrrrrr" suara kilatan hitam muncul dari langit menghantam tanah yang sangat dekat dengan halaman rumah Elena. Elena dan Vincent terkejut melihatnya. Mereka merasakan kehadiran yang sangat berbahaya. Alagi kalo bukan ancaman yang datang buat mereka dan penduduk desa Merapi.

Dari arah dentuman petir hitam itu mengeluarkan asap yang sangat tebal. terlihat samar-samar sosok hewan buas yang sangat besar. "Hueeerrrrrrmmmmmm" suara raungan yang sangat keras. " Apa itu non...?" kata Vincent. "Entahlah... Tetapi itu pasti sangat berbahaya.." jawab Elena. Mereka terlihat sangat siaga dengan posisi siap berarung melawan monster yang datang dengan tiba-tiba itu. Dua ekor monster beruang yang sangat liar keluar dari asap yang mulai enghilang. Dengan cepat monster itu berlari ke arah Elena. Vincent mencoba menagkis serangan itu menggunakan perisainya yang besar itu. "Shieeelllddd protection" sihir pertahanan dari Vincent berubah menjadi sangat besar. " Taaaaaaaaarrrrrrr" Suara dentuman serangan dari dua monster itu terpental oleh pertahanan Vincent. Bersamaan vincent juga terpental akibat serangan yang sangat kuat. 

Walaupun terpental kedua monster itu tidak terlihat terluka sama sekali. 

“Roooooooaaaaaaarrrrr” suara kedua monster mulai siap menyerang kembali. Suaranya menggema sangat kencang membuat Elena dan Vincent menutup kedua telinganya. Pelayan lainnya keluar juga dari rumah mendengar kegaduhan yang terjadi di halam rumah itu. Mereka siap membantu tetapi Elena mencegahnya agar tidak ada korban jiwa yang bertambah.

Kedua beruang itu kembali memberikan serangan. “Mereka datang…” kata Elena. “Protection…” suara Vincent dengan sepontan mencoba menahan serangan dari kedua beruang. Tetapi tidak berlangsung lama Vincent terpental kembali benerapa meter. Kedua monster itu sempat terhenti karena serangannya dihentikan oleh Vincent. Tak disangka Elena yang sedari tadi mempersiapkan serangannya. “Windddeeeeerrrrraaaaa” teriakan Elena mengeluarkan serangan angin yang sangat kuat membuat kedua beruang tertebas oleh angin itu dan menerbangkannya cukup jauh. Monster itu terlihat terluka…. Mereka mencoba berdiri tetapi lukanya sangat parah. “Ini kesempatanku” kata Elena. Disaat itulah dia menyerang kedua monster itu secara bertubi-tubi. Akhirnya salah satu beruang berhasil dikalahkan oleh Elena. 

Dari arah depan monster beruang yang satunya menyerang Elena. Dibantu vincent yang dengan cepat melancarkan pedangnya menebas Monster beruang. “Tranggggggggg” suara benturan cakar dan pedang Vincent. “Rooooaaaaarrrr…. Swiiingggg….  Jleebbbbbb” teriakan beruang dengan cakar yang satunya menusuk tubuh vincent. Melihat itu vincent memotong lengan monster beruang itu. Kembali monster itu kesakitan. Vincent mencoba menjauh mundur dengan dibantu oleh Elena. Lukanya cukup fatal, mungkin itu bisa mengancam nyawa pelayannya. “Nyonya Elena… jangan bersedih tinggal satu beruang lagi… kalahkan dia kalau tidak dia akan membunuh semua orang yang ada di rumah kita” kata Vincent sambil mengeluarkan darah dari mulutnya. Elena yang sedari tadi menangis, pastinya dia paham dengan keadaan ini. “Baik… bertahanlah sebentar Vincent… Aku akan mengalahkan monster itu” kata Elena dengan tegas. Emosinya tak terkontrol dan tubuhnya mengeluarkan petir putih. Rambutnya menjadi berwarna putih “duaaaaarrr…. Duaaaarrr” suara gemuruh petir yang menghantam tanah. Bahkan langit menjadi gelap. Seluruh penduduk mulai gempar akan kejadian aneh yang terjadi pada hari ini. “Tundaaaraaaaa” kata yang keluar dari mulut Elena pelan tetapi tegas. Petir yang sangat besar dari langit menyambar monster itu “Duuuuuuuaaaaaarrrrrrrr” suara sambaran petir. Monster itu berhasil dikalahkan. Tetapi pertarungan belum berakhir. Elena yang tak sadarkan diri dengan sambaran petir yang membabi buta menyerang ke segala arah. Beberapa pelayan yang melihatnya untuk membuat protection di halaman rumah untuk melindungi yang lainnya. “Nyonya saya tidak papa” suara vincent lirih mencoba menenangkan nyonyanya. Suara itu terdengar oleh Elena… seranganya mulai memudar tetapi kondisi elena yang kehabisan mana karena perubahan itu membuatnya terkulai lemas dan pingsan. Salah satu pelayannya dengan sigap menangkap tubuh Elena. “Apa yang terjadi dengan dirimu nyonya… kemampuan yang luar biasa” kata dari pelayan itu. Merekapun membawa Elena dan Vincent ke dalam rumah untuk di rawat.


Comments